BANDUNG – Maraknya pemasangan bendera One Piece oleh sekelompok masyarakat menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI belakangan ini, mendapat tanggapan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Tanggapan disampaikan Dedi Mulyadi uasai menghadiri sebuah acara dan menjawab pertanyaan sejumlah awak media. Tanggapan atas pengibaran bendera One Piece itupun diunggah di akun instagram pribadi sang gubernur, Selasa (8/8/2025).
Gubernur Dedi mulyadi mengatakan jika setiap orang memiliki kebebasan dalam berekspresi, termasuk mengibarkan bendera apapun. Hanya saja ia menegaskan bahwa mengibarkan bendera Merah Putih ada aturannya.
Lebih lanjut gubernur yang akrab disapa KDM itu menekankan setiap orang untuk tetap mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Setiap orang boleh berekspresi, yang penting tetap mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan benderanya Merah Putih,” tandasnya.
Sementara itu terkait pemasangan bendera dari serial anime One Piece, KDM seakan tak mempermasalahkannya. Yang terpenting baginya, Bendera Merah Putih tetap diposisikan paling atas.
“Bendera apapun yang penting diatasnya bendera Merah Putih,” kata mantan Bupati Purwakarta itu.
Tak banyak kometar yang disampaikan KDM saat menawab pertanyaan sejumlah wartawan dalam kesempatan itu. Ia hanya menyampaikan bahwa bendera merah putih berada diatas bendera apapun.
Ia bahkan tak sempat menjawab pertanyaan wartawan soal adanya larangan pemasangan bendera One Piece dari sejumlah pihak, termasuk yang menganggap aksi itu sebagai perbuatan makar.
Sebelumnya, ramai di media sosial pemasangan bendera berlatar warna hitam dengan gambar tengkorak yang diartikan sebagai bentuk perlawanan terhadap otoritas, meskipun hal itu menuai kontroversi.
(*)












