Daerah

4 Bulan Digoreng Isu Panas! Hubungan Terlarang Bupati Gowa Akhirnya Terkuak, Fakta Mengejutkan Muncul

7
×

4 Bulan Digoreng Isu Panas! Hubungan Terlarang Bupati Gowa Akhirnya Terkuak, Fakta Mengejutkan Muncul

Share this article
4 Bulan Digoreng Isu Panas! Hubungan Terlarang Bupati Gowa Akhirnya Terkuak, Fakta Mengejutkan Muncul
Ilustrasi

Suhunews.id– Isu dugaan skandal yang menyeret nama Bupati Gowa, Husniah Talenrang, mulai menemukan titik terang.

Setelah beredar selama beberapa bulan dan memicu spekulasi di tengah masyarakat, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gowa akhirnya mengungkap hasil penelusuran tim investigasi yang dibentuk untuk mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut.

Di bawah komando Pelaksana Tugas Ketua PWI Gowa, Andi Baso Tenri Gowa, tim melakukan serangkaian verifikasi terhadap sejumlah sumber yang dinilai kredibel.

Hasilnya, isu dugaan hubungan terlarang antara Bupati Gowa dan konsultan politiknya, Ombas atau Basri Kajang, disebut tidak muncul secara spontan.

“Dari hasil verifikasi kami, isu ini dibangun secara sistematis. Potongan-potongan peristiwa dikumpulkan, kemudian dipelintir dan disusun menjadi narasi yang seolah utuh,” ujar Andi Baso dalam keterangan rilisnya yang di terima media ini. Senin (30/3/2026).

Menurutnya, isu tersebut telah bergulir sekitar empat bulan di ruang-ruang diskusi terbatas, seperti grup percakapan dan forum kecil, sebelum akhirnya menyebar luas ke publik.

Dalam penelusuran itu, tim juga menemukan indikasi adanya peran pihak tertentu yang disebut sebagai “Mr X” dalam mengorkestrasi penyebaran informasi.

“Mr X ini memanfaatkan situasi di rumah jabatan sebagai bahan awal. Aktivitas yang sebenarnya biasa kemudian diambil, diberi tafsir tertentu, lalu dikemas menjadi informasi yang menyesatkan,” jelasnya.

Salah satu materi yang beredar adalah video yang diklaim sebagai bukti kedekatan tidak wajar antara Bupati Gowa dan Ombas.

Namun, hasil pemeriksaan tim investigasi tidak menemukan indikasi seperti yang dituduhkan.

“Kami telah mengidentifikasi video tersebut. Tidak ada yang aneh. Itu hanya aktivitas para pendukung yang sedang berkumpul,” tegas Andi Baso.

Lebih jauh, PWI Gowa menilai penyebaran isu ini tidak lepas dari kepentingan tertentu di lingkar kekuasaan.

Keberadaan Ombas sebagai staf ahli bidang politik dan pemerintahan disebut menjadi salah satu faktor pemicu.

“Dari berbagai indikasi, Ombas dipandang sebagai penghalang bagi kelompok tertentu yang ingin mendapatkan akses lebih dalam ke pemerintahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, upaya pembentukan opini tersebut diduga bertujuan untuk melemahkan posisi Ombas sekaligus menggoyang stabilitas pemerintahan.

“Ada upaya sistematis untuk menyingkirkan Ombas. Jika itu berhasil, maka akan berdampak pada melemahnya pengambilan keputusan strategis di lingkar Bupati,” lanjutnya.

Dampak penyebaran informasi ini juga dirasakan hingga ke lingkar keluarga Bupati.

Informasi yang telah dikemas secara sistematis disebut mampu memicu reaksi dari pihak keluarga yang berada di luar Gowa.

“Informasi itu disampaikan seolah-olah valid dan meyakinkan, sehingga memantik emosi dan ketegangan,” kata Andi Baso.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gowa turut mengambil langkah internal, termasuk memberhentikan sejumlah sopir dan pengawas di rumah jabatan.

Langkah ini disebut sebagai upaya menutup kebocoran informasi yang kerap dimanfaatkan pihak tertentu.

“Hampir setiap aktivitas bocor keluar lalu dipelintir. Karena itu dilakukan sterilisasi untuk menjaga stabilitas,” ujarnya.

PWI Gowa juga menyoroti bagaimana isu tersebut bisa masuk ke ruang media. Menurut Andi Baso, pihak-pihak tertentu cukup lihai dalam menyusun informasi agar terlihat logis dan dapat dipercaya.

“Mereka menyajikan potongan peristiwa yang tampak masuk akal, sehingga mampu meyakinkan sebagian pihak, termasuk wartawan,” jelasnya.

Di tengah dinamika tersebut, Husniah Talenrang disebut tetap berupaya menjaga independensi dalam menjalankan roda pemerintahan, dengan membatasi intervensi serta memperkuat sistem pengambilan keputusan yang lebih terarah.

PWI Gowa menegaskan, hasil investigasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan publik dalam memahami duduk perkara yang sebenarnya, sekaligus meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat, terutama pasca momentum Idulfitri.

Editor : Darwis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *