Berita

Kapolda Sulsel Diuji, APL Desak Copot Kapolres Maros Terkait Tambang Ilegal

21
×

Kapolda Sulsel Diuji, APL Desak Copot Kapolres Maros Terkait Tambang Ilegal

Share this article

MAKASSAR – Aliansi Pemerhati Lingkungan (APL) Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Sulsel. Senin, 17/11/2025.

Dalam aksi tersebut, massa mendesak Kapolres Maros dan Kasat Reskrim Polres Maros dicopot dari jabatannya karena dinilai gagal menertibkan aktivitas pertambangan yang diduga ilegal di wilayah Maros.

Terpantau di lokasi, puluhan massa membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan pencopotan pimpinan Polres Maros. Aksi berlangsung dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian.

Marlo, Jenderal Lapangan aksi, menyampaikan bahwa unjuk rasa tersebut merupakan bentuk kekecewaan dan peringatan keras terhadap penegakan hukum yang dinilai stagnan dalam penanganan tambang ilegal.

“Ini adalah tamparan keras untuk institusi penegak hukum di Maros. Kami sudah lama memantau aktivitas pertambangan yang disinyalir ilegal, dan faktanya masih terjadi hingga hari ini,” tegas Marlo.

Ia mengungkapkan, beberapa hari sebelumnya pihaknya melakukan pengecekan langsung di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi pertambangan liar.

Hasilnya, ditemukan adanya aktivitas pengerukan meski kondisi cuaca sedang musim hujan.

“Kami sudah cek sendiri. Katanya tidak ada tambang ilegal di Maros, tapi faktanya lapangan membantah. Sekarang musim hujan, biasanya aktivitas merayap, tapi justru kami temukan ada alat yang beroperasi,” ungkapnya.

Situasi sempat memanas ketika massa mencoba menutup akses masuk Polda Sulsel. Namun ketegangan berhasil diredam setelah negosiasi dilakukan oleh petugas keamanan.

Marlo kemudian melempar tantangan terbuka kepada Kapolres Maros agar menyatakan secara publik kesediaannya mundur jika terbukti masih ada aktivitas tambang ilegal selama masa kepemimpinannya.

“Begini saja, sederhana. Berani tidak Kapolres Maros menyatakan siap mundur kalau memang masih ada tambang ilegal di wilayahnya? Itu tantangan kami,” ucapnya lantang.

Dalam orasi lainnya, Wawan Copel selaku Koordinator Lapangan menegaskan bahwa aksi hari ini hanyalah langkah awal. Ia menyebut APL telah mengantongi sejumlah temuan penting yang akan segera dipublikasikan ke publik.

“Ini baru pemanasan. Kami sudah mengumpulkan data lengkap—lokasi, nama CV atau PT, hingga pengelolanya. Kalau ini semua kami buka, pasti ada yang naik pitam, bahkan kebakaran jenggot di Maros,” katanya.

Wawan juga menegaskan bahwa aksi mereka sekaligus menjadi ultimatum untuk Kapolda Sulsel yang baru menjabat.

“Kami minta Kapolda Sulsel memberikan teguran keras kepada Kapolres Maros beserta jajarannya. Maros ini menjadi sorotan karena banyak pertambangan yang diduga nakal. Jangan dibiarkan berlarut-larut,” lanjutnya.

Setelah berorasi selama beberapa jam, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Mereka menegaskan akan kembali melakukan aksi lanjutan dalam waktu dekat dengan jumlah massa yang lebih besar.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *